Serba-serbi Merancang Ruang Keluarga

Apr 25, 2014   //   by BassuraCity.com   //   Blog  //  No Comments

Seperangkat sofa “modern minimalis”, menghadap televisi setipis karton yang menempel di dinding, juga seperangkat home theater. Sebuah lukisan melekat di dinding sisi sana. Sebuah almari tak jelas berdiri di sisi sini. Sehampar karpet bulu doreng-doreng di kaki ini. Membosankan. Seolah, tak menyisa patron yang lain. Mari merancang ruang keluarga yang berbeda. Mari menuju “yang lain”.

 

Jika rumah ibarat negara, ruang keluarga adalah ibukotanya,

wadah berhimpun segenap penghuni rumah. Lalu, jika semua mulut diam, semua mata tertuju pada sebuah benda bodoh bernama televisi, apalah artinya sebuah kebersamaan? Atau malah tertuju pada benda kecil amit-amit bernama telepon atau BlackBerry, makin autis saja kelihatannya.

 

Mari bicara ruang. Jiwa terlebih dahulu, baru raga, yang kasat mata.

Janganlah dulu bicara furnitur, cat dinding, serta pernak-pernik yang lain. Ruang ini, sungguh, untuk kita berkumpul, bercengkerama, menyambung rasa. Maka, di sebuah ruang, bergelar tikar pandan, dengan bantal-bantal tentu lebih berharga daripada sebuah ruang dengan seperangkat sofa mewah “modern-klasik” macam showroom di toko interior. Mari hadirkan soul, merancang dengan hati, juga seluruh indra kita kerahkan. Pusat orientasi bukan lagi televisi, tapi diri kita sendiri.

 

Fungsi merujuk pada kata guna, tampungan aktifitas. Menjadi unik, sebab berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lain. Keluarga A suka membaca lalu berdiskusi, keluarga B suka bermusik, keluarga C suka bercerita dan bercanda, keluarga D suka menonton film bersama, keluarga E suka bermain dengan anak-anak hingga kelelahan lalu ketiduran di lantai. Dan sebagainya.

 

Karakter dan kebiasaan penghuni lantas dijelmakan dalam wujud fisik berupa perabot.

Tak perlu memenuhi ruang dengan furnitur yang berlebihan, justru sebaliknya, hingga yang sempit terasa lapang. Perlu ada alokasi untuk sirkulasi. Untuk kursi, entah itu sofa, kursi rotan, bahkan lesehan, itu soal selera. Begitupun warna dinding, dipoles atau tidak, dengan warna cerah atau lembut, bahkan diplester atau tidak, dipasang kertas dinding atau tidak, terserah saja.

 

Memasang cermin seluas satu sisi dinding bisa menjadi solusi untuk mengatasi ruang sempit, dan memanjakan penghuni rumah yang suka bercermin! Sebingkai lukisan foto keluarga bolehlah hadir, karena ialah penanda waktu. Di sudut ruang, piano, bersisian dengan pot bunga. Jika bantal kursi atau sofa tampil penuh corak, biarkan yang lain: karpet, tirai, dan dinding polos. Begitu pun sebaliknya. Menangkan satu saja. Sebuah ruang keluarga boleh saja terbuka, menghadap taman, dengan air mancur yang gemericik pelan merambati dinding.

Ke manapun engkau pergi, selalu ada tempat pulang, tempat paling dirindukan.Ruang Keluarga.

 

 

Sumber : Property today

 

 

Miliki segera unit Apartemen Bassura City Phase 2

 

Untuk keterangan lebih lanjut segera kunjungi :

Kantor Pemasaran Bassura City

Jl. Basuki Rahmat No. 1A, Jakarta 13410

Telp : 021-859-10 000

 

Marketing Galery Bassura City

Kalibata City , Tower Flamboyan, Jakarta

Telp : 021- 2931.7037.

Berikan Komentar:

comments

Leave a comment



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000
Fax:+6221-8591-5050

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050

Online Help!