Sekarang Apartemen Mulai Diterima (Rubrik Wawancara)

Jul 15, 2012   //   by BassuraCity.com   //   Blog  //  No Comments

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekarang Apartemen Mulai Diterima

Meski daya beli masyarakat masih belum pulih, pasar properti di Tanah Air cukup menggembirakan, terutama sektor hunian seperti apartemen. Sebuah data menyebutkan pada kuartal kedua tahun ini, pasokan hunian kondominium naik 238 persen menjadi 40.677 unit. Realisasi penyerapannya juga naik 49,9 persen atau setara 584 unit. Di hunian apartemen, pasokannya juga bertambah 123 unit sehingga totalnya menjadi 10.827 unit.

Untuk mengetahui lebih detail apa yang terjadi di sektor hunian ini, wartawan Tempo Harun Mahbub mewawancarai Soany Gunawan, Assistant Manager Strategic Advisory Group PT Procon Indah, sebuah perusahaan konsultan properti. Perbincangan dilakukan dikantornya, lantai 19 Gedung Bursa Efek Jakarta, pekan lalu. Berikut petikannya:

Bagaimana perkembangan sektor apartemen saat ini?
Semakin menggairahkan kok. Kenaikan harga bahan bakar minyak dan biaya transportasi juga membawa dampak positif. Ini efek dominonya, yaitu pilihan tinggal di tengah kota dengan pertimbangan penghematan. Otomatis permintaan naik.

Sejak kapan itu terjadi?
Kita tahu dari akhir 1990-an sampai akhir 2001, pembangunan benar-benar terhenti. Nggak ada proyek baru. Nah, pada tahun 2002, pengembang PT Agung Podomoro meluncurkan Gading Mediterania, apartemen kelas menengah atas. Inilah tahap awal perkembangan kondominium. Sejak itu disusul dengan proyek-proyek lain dalam skala besar, sampai sekarang.

Bagaimana pasar apartemen?
Pada kuartal kedua tahun ini terdapat 19.601 unit apartemen sewa. Dibandingkan kuartal lalu mengalami kenaikan 1.917 unit.

Tingkat hunian dan penyerapannya?
Keseluruhan tercatat 69,8 persen per kuartal dua. Padahal di kuartal lalu sempat mencapai 74 persen. Jadi masih menyisakan sekitar 5.920 unit kosong pada kuartal ini. Kalau penyerapannya, pada keseluruhan apartemen sewa tercatat sebesar 598 unit atau turun sekitar 60 persen dari 1.528 unit yang terserap pada kuartal lalu.

Itu tadi apartemen sewa, kondominium bagaimana?
Total pasokan kondominium di Jakarta sekitar 44.204 unit. Masih ada beberapa proyek-proyek yang baru selesai dibangun pada kuartal kedua tahun ini. Beberapa kondominium yang baru masuk pasar telah mencapai tingkat penjualan lebih dari 90 persen. Bahkan hampir 100 persen pada saat proyek selesai dibangun.

Pasarnya juga bagus ya?
Selama kuartal kedua tahun ini, total 2.846 unit terjual. Sebanyak 2.477 unit diserap pada proyek kondominium yang baru selesai dibangun. Kalau tingkat huniannya, pada kondominium yang eksis sebesar 68,3 persen. Tertinggi terjadi pada kondominium kelas menengah bawah sebesar 76,1 persen, kemudian kelas menengah atas 69,9 persen, kelas atas 67,2 persen, dan kelas menengah atas 50,8 persen.

Pembelinya, apakah masih didominasi tenaga kerja asing?
Sekarang penyewa atau pemiliknya bukan hanya dari kalangan pekerja asing di Indonesia (ekspatriat), tapi juga domestik. Justru di Jakarta pasar asing masih terbatas. Saat krisis ekonomi lalu, para ekspatriat pulang ke negeri asalnya dan belum datang lagi sampai sekarang. Selain itu, berakhirnya kontrak kerja tenaga asing dan tidak diikuti kedatangan tenaga asing baru. Namun, pasar ekspatriat masih ada juga, misalnya, guru-guru asing yang bekerja di sekolah internasional di sini.

Sejak kapan pembeli domestik meramaikan?
Sekitar 2004 dengan asumsi pembangunan apartemen selama dua tahun. Kebanyakan tenaga kerja yang single atau pasangan baru. Mereka benar-benar menempati. Jadi tingkat huniannya tidak kosong. Dulu kan apartemen hanya disewakan atau menjadi rumah kedua, misalnya di Taman Anggrek untuk akhir pekan saja. Sekarang sudah banyak ditempati.

Kecenderungan apa itu?
Sederhana. Apartemen berada di tengah kota yang menjadi pusat kegiatan. Orang sekarang mikir-mikir juga mau beli rumah di pinggiran kota, mau ke mana-mana jauh. Sedangkan apartemen mudah bolak-balik. Apalagi harga apartemen juga terjangkau, selain jaminan faktor keamanan yang mendukung.

Rumah sudah kehilangan peminat?
Tidak juga, tetap ada dua pilihan itu, mau apartemen atau rumah. Masing-masing ada konsekuensinya. Hanya sekarang sudah bergeser, menjadi kabur dan tidak ekstrem lagi. Sekarang apartemen mulai diterima.

Bagaimana persebaran lokasi apartemen?
Memang mayoritas masih terpusat di pusat bisnis atau central business district (CBD). Namun, sekarang mulai menyebar, misal di Kelapa Gading, Jakarta Timur, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Masing-masing punya segmentasi pasar sendiri. Di Mangga Dua, misalnya, sasarannya para pebisnis, di Kelapa Gading untuk generasi kedua, dan Tanjung Barat mendekati universitas untuk menggaet pasar pelajar. Daerah Jakarta Timur saja yang tidak terlalu terlihat, karena dari dulu sudah menjadi pemukiman yang mantap, seperti di Klender.

Secara umum kelas apa yang lebih diminati?
Kelas atas atau upper makin melambat, tapi menengah atas midle up makin bagus. Kelas atas harganya rata-rata lebih dari Rp 10 juta per meter persegi, sedangkan menengah atas Rp 7-10 juta per meter persegi. Kemudian, kelas menengah bawah harganya di bawah Rp 4 juta dan menengah antara Rp 4-7 juta.

Di luar Jakarta, seperti Surabaya, apakah juga terjadi demikian?
Tren di Surabaya berbeda dengan Jakarta. Mereka lebih membeli rumah yang besar dan cenderung membeli apartemen di Jakarta. Apartemen di Surabaya yang laris di kelas menengah yang dekat kampus-kampus. Tapi kini juga sudah mulai menyebar.

Disadur dari: Tempo.com

Berikan Komentar:

comments

.



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000
Fax:+6221-8591-5050

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050

Online Help!