Property Dan Rencana Keuangan

Dec 10, 2013   //   by update1   //   Blog  //  No Comments

Selamat Pagi.. Hari ini kita akan membahas kembali mengenai Investasi Properti.

Apa sebenarnya posisi properti dalam rencana keuangan? Apa fungsi mengetahui posisi properti ini? Artikel ini akan membahasnya.

Banyak yang sudah menikah atau merencanakan menikah dalam waktu dekat yang bertanya pada soal bagaimana memiliki rumah atau apartemen untuk tempat tinggal. Sebagian besar bertanya karena mereka bingung mau memulai dari mana.

Bagus yang mana , beli rumah tinggal atau apartemen? Kira-kira cicilannya berapa ya? Kira-kira bisa punya rumah kapan ya?”

Dan banyak pertanyaan lainnya. Kok rasanya pusing sekali ya kalau mau beli properti? Ya wajar sih.

Logikanya siapa sih yang tidak ingin punya properti?

Misalnya ruko, rumah tinggal, apartemen, atau mungkin sekedar lahan kecil untuk berkebun ? Hampir semua orang ingin memiliki properti sendiri, setidaknya properti untuk tempat tinggal. Sayangnya properti juga butuh dana yang lumayan besar.

Tidak cukup dengan satu atau dua juta saja. Bisa puluhan bahkan ratusan juta. Lalu properti juga sifatnya terbatas dan cocok-cocokan. Bisa saja sekarang Anda sudah menemukan rumah yang disukai, tapi uangnya belum cukup. Kalau Anda menunggu lagi, belum tentu rumah itu masih tersedia. Atau kebalikannya, Anda sudah punya dananya tapi propertinya belum ada yang cocok di hati. Kalau sudah begini, siapa yang tidak pusing?

Sebenarnya semua itu bisa diatur kok. Dengan cara menerapkan strategi, dimana salah satunya adalah dengan cara mengatur strategi keuangan. Tapi, sebelum kita membahas mengenai bagaimana baiknya merencanakan keuangan untuk membeli properti, ada baiknya kita mengetahui fungsi dan posisi properti dalam rencana keuangan.

Seperti kata Maslow, setiap manusia memiliki kebutuhan dasar dan salah satunya dalam bentuk rumah tempat berteduh.

Fungsi berteduh/tempat tinggal ini suatu saat bisa berkembang. Dari yang tadinya hanya rumah biasa, lalu dikembangkan menjadi rumah untuk tempat usaha. Hingga rumah akhirnya tidak hanya sebuah kebutuhan, namun juga bisa digunakan untuk mencapai keinginan yang lain seperti tambahan penghasilan. Nah, dalam rencana keuangan fungsi dasar properti dan perkembangannya ini bisa diterjemahkan menjadi dua hal yang berkaitan erat.

  1. ketika properti diterjemahkan terkait posisinya sebagai sebuah tujuan keuangan.

Biasanya properti yang diterjemahkan menjadi sebuah tujuan keuangan adalah properti yang sifatnya sebuah kebutuhan dan tidak terlalu melibatkan niatan keuntungan.

Misalnya keluarga muda yang selama ini mengontrak rumah. Atau keluarga mapan yang menginginkan rumah baru di lain kota untuk fasilitas anaknya yang sedang bersekolah. Saat itu, niat untuk memiliki rumah bagi keluarga muda atau keluarga mapan tersebut bukanlah sebuah niat investasi, tapi lebih didasarkan pada kebutuhan/keinginan untuk memilikinya. Rumah juga tidak diharapkan hasilnya dan pertumbuhan nilainya. Ketika properti memiliki ciri seperti itu, maka sebenarnya saat itu properti lebih condong sebagai sebuah tujuan keuangan.

  1. Ketika properti lebih cocok diterjemahkan posisinya sebagaialat/produk investasi.

Saat keinginan memiliki properti lebih difokuskan pada hasil investasi atau pemasukan yang bisa didapatkan setelah memilikinya, maka saat itulah properti berperan menjadi alat/produk investasi yang dapat kita pertimbangkan dalam portfolio investasi. Contohnya adalah keinginan untuk memiliki properti untuk disewakan seperti rumah, kost, apartemen, sawah dan lahan kosong. Atau keinginan untuk memiliki properti karena mengharapkan margin yang cukup besar bila dijual kembali. Tambahan pemasukan dari hasil properti ini bisa digunakan untuk membantu mencapai tujuan keuangan lain, seperti keinginan memiliki barang lain atau aset yang jauh lebih banyak. Lalu, apa gunanya mengetahui posisi properti ini dalam rencana keuangan? Ada banyak hal, dan ini semua menyangkut strategi umum yang lebih luas.

Setelah menentukan apa sebenarnya fungsi dan posisi properti yang akan dibeli, kita akan bisa lebih fokus saat mempertimbangkan beberapa aspek penting.

Minimal ada tiga aspek yang akan bisa kita fokuskan setelah mengetahui fungsi dan posisi properti yang kita inginkan, yaitu:

  1. 1.    Tipe properti

Mau rumah, apartemen, atau cukup tanah kosong? Berdasarkan survei, apartemen biasanya akan memiliki nilai sewa yang lebih tinggi dibandingkan rumah sewa biasa. Namun tentu saja, uang yang dibutuhkan pun akan lebih banyak kalau kita hitung per meter perseginya. Dan ini berbanding terbalik dengan rumah. Nah, ketika posisi lebih pada investasi, maka tentu saja ada sebagian orang yang memang merasa bahwa prospek apartemen akan lebih bagus dibandingkan rumah sewa. Sebaliknya, bagi sebagian besar pasangan muda yang memposisikan properti sebagai tujuan keuangan (tempat tinggal) mungkin akan lebih memilih rumah/lahan kosong, karena keterbatasan dana dan pertimbangan bahwa rumah nantinya bisa diperluas sesuai dengan perkembangan jumlah anggota keluarga.

  1. 2.    Lokasi dan fasilitas

Jika memang keinginan memiliki properti lebih didasarkan atas hasil investasinya, kita akan lebih mempertimbangkan unsur-unsur bisnis didalamnya. Seperti: apakah properti yang akan kita beli berada pada daerah dengan prospek cerah, mudah diakses orang lain, dan tidak masuk dalam daerah yang akan terkena gusur. Tapi kalau kita menginginkan properti sebagai kebutuhan kita, kita lebih memikirkan fasilitas apa saja yang ada disana, lingkungan aman atau tidak, lokasi sekolah, pusat perbelanjaan, dan lainnya.

  1. 3.    Strategi pembiayaan

Kalau properti itu lebih ditujukan sebagai alat investasi, kita akan lebih mempertimbangkan untuk membeli properti yang cepat menghasilkan. Lalu mungkin kita bisa menggunakan hasil tersebut untuk sekaligus membayar pinjaman jika ternyata dananya dari meminjam. Besarnya uang muka, suku bunga, dan cicilan juga tentu harus dihitung sebagai pertimbangan untung rugi jika dibandingkan dengan hasil investasinya. Beda halnya bila kita menginginkan properti yang diposisikan sebagai tujuan keuangan.

Maka biasanya kita akan siap mengeluarkan uang murni dari kantong sendiri entah dengan cara tunai atau mencicil. Karena kalau untuk digunakan sendiri, apalagi sudah merasa sangat cocok, biasanya kita rela untuk mengesampingkan biaya yang sedikit lebih mahal. Jadi dengan mengetahui apa sebenarnya fungsi dan posisi properti ini untuk kita, kita akan bisa membuat rencana keuangan yang jauh lebih optimal dan terarah.

Selanjutnya, baru kita memikirkan hitung-hitungan keuangannya. Nah, apakah Anda sudah menentukan fungsi properti yang Anda inginkan?

Di BASSURA CITY..kami menawarkan unit Apartemen yang juga bisa menjadi hunian atau juga sebagai investasi yang bernilai tinggi bagi Anda.

Kenapa kami bisa mengatakan demikian ?

Jawabannya karena BASSURA CITY memiliki nilai- nilai keunggulan antara lain :

BASSURA CITY memiliki Lokasinya yang sangat strategis, Akses transportasi yang mudah dijangkau ( Stasiun Kereta Api, Halte Busway, Terminal Angkutan Umum, dan masuk dalam jalur perencanaan Monorel ) , Dekat dengan pintu TOL dalam kota dan TOL JORR, Fasilitas lengkap, Harga terjangkau, Kawasan bebas banjir, serta tak lupa BASSURA CITY dibangun oleh developer berpengalaman yaitu Synthesis Development ).

Maka dapat dikatakan BASSURA CITY merupakan pilihan investasi yang menarik bagi para investor dengan prospek yang terus meningkat setiap tahunnya.

Saat ini kami tawarkan kepada Anda unit hunian Apartemen dengan harga mulai dari Rp. 280 Jutaan * untuk tipe Studio.

Dari segi pembiayaan KPR kami dibantu Bank Mandiri, Bank BII da Bank BTN.

Untuk keterangan lebih lanjut segera kunjungi :

–      Kantor Pemasaran Bassura City di Jl. Basuki Rahmat No. 1A, Jakarta 13410

Telp : 0231-859-10000 atau

–      Marketing Galery Bassura City di Kalibata City , Tower Flamboyan, Jakarta Selatan

Telp : 021- 2931.7037.

Salam sukses untuk Anda dari Bassura City.. Better City Better Life

 

( sumber : penulis, kompas.com , property.com dan beberapa sumbel lainnya )

Berikan Komentar:

comments

Leave a comment



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000
Fax:+6221-8591-5050

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050

Online Help!