Perayaan Cap Go Meh

Feb 26, 2015   //   by Synthesis   //   Blog  //  No Comments

Hari raya Cap Go Meh atau Yuan Xiaojie dalam bahasa Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek adalah salah satu hari raya tradisional Tiongkok. Menurut tradisi rakyat Tiongkok, sehabis Cap Go Meh, maka berakhirlah seluruh perayaan Tahun Baru Imlek.

Malam Cap Go Meh adalah malam pertama bulan purnama setiap tahun baru. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion berwarna-warni, maka Hari raya Cap Go Meh ini juga disebut sebagai “Hari Raya Lampion”.

Menyaksikan lampion dan makan onde-onde adalah dua bagian penting pada hari raya Cap Go Meh. Lampion berwarna yang dipasang pada Festival Cap Go Meh kebanyakan dibuat dari kertas berwarna terang. Lampion bernama “zoumadeng” atau lampion kuda berlari adalah salah satu macam lampion yan paling menarik. Konon lampion itu sudah bersejarah seribu tahun lamanya. Makan onde-onde pada hari raya Cap Go Meh juga merupakan salah satu kebiasaan lama. Kebiasaan makan onde-onde dimulai dari masa Dinasti Song (tahun 960-tahun 1279 Masehi). Onde-onde dibuat dengan tepung beras ketan dan selai buah. Setelah dimasak, rasanya lezat sekali. Pada kemudian hari, rakyat di bagian utara menyebut makanan itu sebagai “yuanxiao” dan rakyat di selatan menyebutnya sebagai “tangyuan”, dan pembuatannya pun berlainan dari utara ke selatan.

Pada hari istimewa ini, keluarga akan berkumpul dan merayakannya bersama. Dekorasi rumah dengan berbagai unsur berwarna merah menjadi ciri khas dari Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Berbagai jenis barang digantungkan dan dijadikan hiasan untuk mempercantik rumah, seperti lampu, petasan, amplop, dan sebagainya.

Di balik berbagai barang dan kebiasaan dalam mendekorasi rumah, ternyata terdapat arti dari simbol-simbol tersebut. Dilansir dari Topmarks, berikut arti beberapa simbol tersebut :

  1. Membersihkan Rumah

Membersihkan isi rumah dari atas hingga bawah merupakan salah satu kebiasaan untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Hal ini bertujuan untuk menyapu nasib buruk pemilik rumah dan membuka jalan keberuntungan.

  1. Lampu di Luar Rumah

Lampu yang dipasang di luar rumah, pintu dan jendela yang di cat berwarna merah, serta kertas berwarna merah dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi pemilik rumah.

  1. Petasan

Petasan yang digantungkan di dalam atau di luar rumah dipercaya untuk menakut-nakuti nasib buruk yang akan datang, sehingga mereka akan terlindungi dari nasib buruk dan mendatangkan keberuntungan.

  1. Pesan Keberuntungan

Dekorasi Chunlian ditandai dengan menuliskan beberapa pesan keberuntungan seperti kebahagiaan, kemakmuran, dan panjang umur.

  1. Arti Warna

Warna merah yang dipilih untuk menghiasi Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh tidak dipilih secara sembarang. Warna ini memiliki arti khusus, yaitu sebagai warna keberuntungan dan untuk menakut-nakuti raksasa Nian yang diduga akan datang pada malam tahun baru. Sedangkan warna emas memiliki simbol sebagai kekayaan.

Miliki segera unit Apartemen Bassura City Phase 2

Untuk keterangan lebih lanjut segera kunjungi :
Kantor Pemasaran Bassura City
Jl. Basuki Rahmat No. 1A, Jakarta 13410
Telp : 021-859-10 000

Marketing Galery Bassura City
Kalibata City , Tower Flamboyan, Jakarta
Telp : 021- 2931.7037.

Berikan Komentar:

comments

Leave a comment



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000
Fax:+6221-8591-5050

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050

Online Help!