Momentum Hunian Vertikal Bertumbuh

Mar 1, 2017   //   by Synthesis   //   Expert Opinion  //  Comments Off on Momentum Hunian Vertikal Bertumbuh

Konsep hunian vertikal sudah lama ada di Jakarta dengan proyek apartemen pertama Ratu Plaza yang beroperasi pada tahun 1981. Konsep hunian vertikal saat itu adalah mendekatkan tempat tinggal dengan lingkungan kerja seiring dengan langkanya lahan untuk hunian di tengah kota. Konsep ini masih relavan hingga saat ini terutama dengan semakin ruwetnya masalah transportasi di kota Jakarta. Namun seiring dengan perkembangan infrastruktur jalan dan transportasi serta makin berkembangnya daerah di pinggiran Jakarta, lokasi hunian vertikal di tengah kota tidak lagi menjadi mutlak karena lokasi tersebut makin sulit terjangkau bagi mayoritas warga Jakarta.

 

Lokasi manapun di Jakarta bahkan di luar Jakarta saat ini relatif mudah “dijual”. Dulu orang belum terpikir untuk membeli apartemen di pinggiran Jakarta apalagi di luar Jakarta karena masih bisa mendapatkan hunian dengan tanah di daerah tersebut. Akan tetapi dengan harga tanah yang terus merangkak naik, ditambah kawasan sekitar yang semakin berkembang dengan berbagai fasilitas dan kemudahan akses transportasi, hunian vertikal menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan tempat tinggal bagi warga Jabodetabek pada umumnya.

 

Pertimbangan untuk tinggal di apartemen saat ini tentu masih lokasi, akan tetapi dengan kemudahan akses transportasi, prioritas lokasi bisa terkompensasi. Kemudian faktor proyek itu sendiri, terutama reputasi pengembang dan spesifikasi proyek yang sesuai dengan harga yang ditawarkan. Cara pembayaran yang menarik, fasilitas yang ditawarkan dan faktor eksternal yang mendukung kenyamanan bagi penghuni apartemen seperti tempat belanja, rumah sakit, sekolah, komersial, dan lain-lain.

 

Saat ini perkembangan hunian vertikal di pinggiran Jakarta sangat pesat seperti di barat (Cengkareng, Daan Mogot), selatan (Kebayoran Lama, Cinere, Ciledug) dan timur (Cakung, Buaran, Jalan Raya Bogor).  Di Jakarta Timur bagian selatan tepatnya di daerah Jalan Raya Bogor ada beberapa proyek apartemen yang sudah beroperasi dan sedang dibangun. Titanium Square sudah beroperasi di tahun 2015. Tahun 2018 Sahid Asena akan beroperasi dan di tahun 2020 akan ada tiga proyek yang akan selesai diantaranya Southeast Capital, East 8 dan Prajawangsa City. Dari semua proyek, Prajawangsa adalah yang terbesar dengan sekitar 4.000 unit dari 8 menara. Melihat potensi proyek yang sudah beroperasi maupun yang akan dibangun, daerah selatan Jakarta punya potensi yang cukup karena akses akan semakin baik selain tol Jagorawi dan JORR 1 juga akan terkoneksi dengan JORR 2.

 

Dalam dua tahun terakhir, penjualan apartemen melemah akibat perlambatan ekonomi dan faktor politik. Hal ini berpengaruh pada pertumbuhan harga yang melambat khususnya selama tahun 2016. Saat pasar dalam kondisi normal, harga jual apartemen tumbuh 10% – 15% setahun tapi tahun lalu harga hanya tumbuh di bawah 4%.  Tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi properti untuk bertumbuh lebih baik dengan asumsi tingkat suku bunga terjaga di bawah 2 digit dan pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5%.

 

Salam,

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia

Berikan Komentar:

comments

.



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000
Fax:+6221-8591-5050

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050

Online Help!