Mencoba Menjadi Pengusaha Properti? Why Not?

Feb 3, 2014   //   by update1   //   Blog  //  No Comments

Bosan jadi pegawai yang kerjanya hanya disuruh-suruh? Mengapa tidak mencoba menjadi seorang pengusaha? Eits, tapi tunggu dulu. Menjadi pengusaha yang berhasil dibutuhkan mental baja. Dalam prosesnya, seorang pengusaha wajar saja jatuh dan gagal. Namun pernahkah Anda mendengar kutipan “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”? Nah itu dia.

Tinggal Anda menentukan bidang apa yang Anda ambil? Makanan, kah? Obat-obatan, kah? Pikirkan bidang yang tengah dibutuhkan oleh masyarakat banyak dan harganya semakin naik dari waktu ke waktu. Ya, bisnis properti. Menjadi pengusaha properti? Why not? Semua orang bisa kok menjadi pengusaha properti, asal tidak bermental tempe dan punya modal.

Namun perlu strategi yang cermat demi menjadi pengusaha properti yang berhasil. Menjadi pengusaha properti itu harus bisa menguasai market dan mempelajari kekuatan pesaing yang ada, seperti yang dikatan oleh Ciputra, salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Karena tidak mudah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa masuk ke dalam pertimbangan Anda demi menjadi pengembang properti yang sukses.

1. Waktu

Faktor penting yang menentukan sukses atau tidaknya pembangunan properti adalah waktu. Dibutuhkan analisa mengenai daerah sekitar sebelum Anda mulai membangun properti di satu tempat. Proses pengembangan properti akan semakin mudah dengan pemahaman budaya masyarakat dan penguasaan daerah sekitar. Misalnya saja Anda dapat lokasi strategis di Cianjur dan Anda berniat membangun perumahan. Sayangnya, masyarakat sekitar belum siap dengan perumahan tersebut. Rugi dong.

2. Lokasi

Percuma tau waktu yang tepat, tapi tidak punya lokasi yang strategis. Tidak harus di tengah kota, lokasi pinggiran yang mempunyai akses mudah juga membuka peluang yang besar. Aksesibilitas juga merupakan kunci dalam bisnis properti.

3. Membangun Kepercayaan

Sejalan dengan pengalaman yang Anda dapatkan, kepercayaan akan dengan sendirinya terbangun. Menjalin kerjasama dengan bank-bank besar juga bisa membangun kepercayaan. Biasanya bank besar akan melakukan tes kelayakan yang jika lolos bisa memberikan nilai plus pada properti Anda.

4. Tema

Kebanyakan properti tidak laku dikarenakan tidak adanya tema atau konsep yang jelas. Misalnya ambil contoh, perumahan yang menyatu dengan alam atau apartemen ramah lingkungan. Dengan konsep spesifik, biasanya konsumen akan merasa lebih tertarik.

5. Fasilitas

Coba lihat pengusaha properti yang menjual ruma secara per meter namun lebih laris. Atau progam cicilan dan diskon yang banyak ditawarkan oleh developer properti. Fasilitas semacam ini biasanya membuat sebuah properti terlihat murah di mata konsumen. Ini merupakan efek psikologis yang wajar terjadi pada manusia.

Itu dia beberapa tips pintar berinvestasi properti. Masih mau mencoba menjadi pengusaha properti? Why not? Selagi manusia masih terus membutuhkan tempat tinggal, maka bisnis properti tidak akan pernah mati.

Berikan Komentar:

comments

Leave a comment



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000
Fax:+6221-8591-5050

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050

Online Help!