Kawasan Komersial, Dukung Aktivitas Penghuni

May 13, 2014   //   by BassuraCity.com   //   Blog  //  No Comments

PEMBANGUNAN ruko bertujuan untuk memenuhi kebutuhan komersial dan belanja masyarakat di seputar kompleks permukiman.

Bahkan, beberapa ruko biasanya sudah menyediakan fasilitas pesan antar sehingga sangat membantu masyarakat untuk membeli barang tanpa harus ke luar rumah. Beberapa kebutuhan penghuni seperti ke salon, dokter, bank, supermarket, hingga toko pakaian menjadi lebih mudah diperoleh. Selain itu, pembangunan ruko juga bertujuan untuk memberikan kesempatan berinvestasi dan memberikan peluang usaha bagi masyarakat.

Apalagi minat dan animo masyarakat untuk memiliki ruko pada saat ini sangat tinggi. Tentunya hal itu bisa menyebabkan harga ruko terus meningkat sehingga sangat layak dijadikan sebagai pilihan investasi. Dari awal, sejumlah pengembang menyadari pembangunan ruko bertujuan menyediakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan belanja masyarakat, menciptakan keramaian, dan memberikan nilai tambah bagi kawasan permukiman. Keberadaan ruko juga menawarkan peluang usaha dan investasi bagi masyarakat, khususnya warga permukiman.

Biasanya, pengembang mempunyai tujuan tertentu. Misalkan saja sebagai daya tarik kawasan permukiman agar masyarakat mau membeli rumah di kawasan permukiman yang dibangun pengembang. Pengembang tentu berharap ruko yang dibangun di dalam kawasan permukiman bisa mengakomodasi kepentingan penghuni dan masyarakat sekitar kawasan permukiman. Dengan begitu, penghuni tidak perlu ke luar kawasan permukiman untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan penghuni, keberadaan ruko juga sudah mulai bergeser, dari sekadar memenuhi kebutuhan niaga penghuni ke arah menunjang gaya hidup penghuni. Karena itulah, sejumlah pengembang membuat konsep tertentu atas ruko yang dikembangkan.

Dari pusat rekreasi keluarga hingga sekadar tempat minum kopi bersama teman. Dari sisi arsitektur, pembangunan ruko juga cenderung berubah. Bangunan ruko bukan hanya kotak dan tanpa variasi. Sekarang ini, dalam membangun ruko pengembang telah lebih memperhatikan estetika dari bangunan ruko. Tidak heran kalau pada saat ini, desain bagian muka ruko yang dibangun pengembang jauh lebih indah dibandingkan rumah.

Banyak juga pengembang yang memainkan warna dalam ruko yang dibangunnya. Tujuannya agar ruko yang dibangun bisa menjadi pusat entertainment danfoodtainment. Dengan begitu, gaya hidup masyarakat di kawasan permukiman bisa diakomodasi oleh pemilik ruko yang membuka usaha.

Itulah sebabnya, ruko tidak hanya sekadar pelengkap dari kawasan niaga yang dibangun pengembang. Kalau biasanya, pengembang besar membangun mal atau plaza di kawasan niaga, sekarang pengembang juga membangun ruko. “Pengembang menyadari tidak semua masyarakat suka masuk ke mal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Salah satu konsep ruko yang bisa diadopsi pengembang adalah membangun ruko yang memiliki taman, parkir yang luas, dan tentunya memiliki pedestrian lebar. Dengan begitu, pejalan kaki bisa lebih nyaman dari/dan menuju ruko. Konsep seperti itu sebenarnya telah banyak dikembangkan di negara bagian di Amerika Serikat (AS). Hanya sayangnya di Indonesia, khususnya Jakarta, belum banyak pengembang yang mengadopsinya.

Besarnya minat masyarakat untuk membeli ruko membuat pengembang membangun banyak ruko di kawasan hunian yang dikembangkan. Apalagi sebagian kalangan beranggapan membuka usaha di ruko jauh lebih menguntungkan daripada di mal. Penyebabnya, biaya sewa mal terus melonjak tinggi. Selain dimiliki sendiri, ternyata cukup banyak masyarakat yang membeli ruko untuk tujuan investasi. Sebab, berinvestasi pada ruko dianggap jauh lebih menguntungkan daripada rumah. Ini tidak terlepas dari cukup tingginya yield yang didapatkan dari menyewakan ruko dibandingkan rumah.

Kendati begitu, tidak semua kawasan permukiman di Jakarta cocok dibangunkan ruko. Hal itu tidak terlepas dari berbedanya karakteristik masyarakat pada masing-masing wilayah. Misalkan saja, wilayah Jakarta Barat. Daerah ini banyak dibangun ruko karena masyarakat yang tinggal di Jakarta Barat suka melakukan aktivitas perdagangan. Pada wilayah kawasan Jakarta Selatan, tidak banyak ruko yang dibangun karena masyarakatnya lebih suka bekerja di kantor. “Perdagangan di Jakarta Timur tidak terlalu mencolok, sedangkan Jakarta Utara masih tersentral pada Kelapa Gading saja,” paparnya.

Adanya pengembang yang melarang pemilik ruko membuka usaha tertentu di kawasan hunian, diperkirakan tidak bisa efektif dilakukan. Sebab pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tidak bisa dibatasi. Bila itu terjadi, penghuni tentunya akan tetap pergi ke luar kawasan permukiman untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi bila di kawasan permukiman tersebut tidak terdapat mal.

Citra pengembang yang membangun ruko juga jauh lebih baik daripada yang tidak. Sebab, masyarakat akan menganggap pengembang memiliki kepedulian yang tinggi kepada penghuni. Padahal, untuk membangun ruko, pengembang memerlukan dana yang relatif lebih besar dibandingkan rumah.

 

Sumber : Okezone.com

 

Miliki segera unit Apartemen Bassura City Phase 2

 

Untuk keterangan lebih lanjut segera kunjungi :

Kantor Pemasaran Bassura City

Jl. Basuki Rahmat No. 1A, Jakarta 13410

Telp : 021-859-10 000

 

Marketing Galery Bassura City

Kalibata City , Tower Flamboyan, Jakarta

Telp : 021- 2931.7037.

Berikan Komentar:

comments

Leave a comment



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000
Fax:+6221-8591-5050

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050

Online Help!