Browsing articles in "News"

Sebelum 30 Tahun Punya Apartemen Sendiri, Ini Caranya?

Jan 24, 2020   //   by Synthesis   //   News  //  Comments Off on Sebelum 30 Tahun Punya Apartemen Sendiri, Ini Caranya?

Memiliki apartemen sendiri diusia muda atau sebelum menikah adalah impian sebagian kaum milenial. Namun, tingginya harga properti, apalagi di Jakarta, membuat sebagian orang berpikir impian itu dianggap sulit terwujud.

Disisi lain, sebagian orang lagi bisa mewujudkan dengan strategi yang tepat. Maka mereka bisa memiliki aparteen di usia muda bahkan sebelum usia 30 tahun. Bagaimana caranya?

  1. Tetapkan tujuan dan target

Pertama pastikan tujuan Anda. Sebuah tujuan keuangan seperti pembelian apartemen perlu perencanaan yang spesifik. Misalnya, Anda ingin memiliki apartemen seharga Rp500 juta atau dengan budget tertentu yang Anda tetapkan.

  1. Hitung kebutuhan dana

Misal, harga apartemen yang Anda incar saat ini berkisar Rp500 juta. Dengan asumsi kenaikan harga rumah 10% per tahun, maka 5 tahun lagi harga apartemen yang Anda idamkan harganya pasti lebih tinggi, bisa mencapai Rp. 800 jutaan. Alhasil, kebutuhan uang muka yang perlu Anda siapkan sebagai uang muka KPR sebesar 10%-30% dari harga. Dalam 5 tahun Anda harus bisa mengumpulkan dana uang muka sebanyak itu.

 

 

  1. Tentukan strategi pengumpulan dana

Langkah selanjutnya tentukan strategi pengumpulan dana. Agar dana yang Anda sisihkan mampu mencapai harga rumah di masa mendatang, strategi paling masuk akal adalah melalui investasi, misalnya deposito.

  1. Kelola anggaran dan berhemat

Agar bisa menyisihkan penghasilan setiap bulan demi pengumpulan uang muka, Anda perlu mengelola keuangan pribadi lebih ketat. Setiap mendapatkan penghasilan, harus disiplin menyisihkan bagian dari pendapatan untuk uang muka.

  1. Cari penghasilan tambahan

Hidup hemat sudah, namun pendapatan masih terasa mepet. Apa solusinya? Carilah penghasilan tambahan. Misalnya dengan berjualan online atau kalau Anda memiliki bakat dibidang tertentu, Anda bisa mengembangkannya sembari mencari penghasilan.

Punya Properti, Cermati Juga Pajaknya

Dec 27, 2019   //   by Synthesis   //   News  //  Comments Off on Punya Properti, Cermati Juga Pajaknya

Saat akan membeli properti baik itu rumah, apartemen, kavling, maupun ruko, kita harus memperhatikan harga, legalitas dan pajaknya.  Maka itu, kita sebagai konsumen sudah seharusnya mengerti tentang pajak properti yang berlaku di Indonesia.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB)

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, termasuk hak pengelolaan, beserta bangunan di atasnya. Besarnya tarif pajak (bea) ditetapkan sebesar 5% yang dikenakan kepada pemilik atau pembeli rumah. Nilai yang diwajibkan membayar pajak dibatasi di atas Rp 30 juta. Jenis pajak ini diatur oleh Undang-Undang No. 21 Tahun 1997 dan terhitung efektif mulai 1 Januari 1998.

 

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) adalah pajak bersifat kebendaan yang dikenakan kepada properti, baik masih berupa tanah, maupun setelah dikembangkan menjadi bangunan seperti rumah, apartemen, ruko, dan lain-lain. Besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak.

Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP, yaitu suatu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya. Hal ini telah diatur dalam Pasal 6 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 jo. PP Nomor 25 Tahun 2002.

Pajak Penghasilan (PPh)

PPh dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh pribadi atau badan dari pengalihan hak atas tanah dan bangunan yang jumlahnya lebih dari Rp 60 juta. PPh diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994. Besarnya PPh adalah 5% dari jumlah bruto nilai penghasilan atas hak atas tanah dan bangunan.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN atas properti dikenakan terhadap kegiatan penjualan bangunan baik berupa rumah, apartemen, kondominium maupun jenis-jenis lainnya. PPN terutang pada saat pembayaran uang muka maupun pada saat pelunasan pembelian.

PPN akan dikenakan kepada pembeli, dipungut oleh penjual dengan catatan penjual adalah Pengusaha Kena Pajak. Yang menjadi dasar pengenaan PPN tersebut adalah nilai transaksi sebenarnya, namun apabila nilai transaksi tersebut di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maka yang menjadi dasar pengenaannya adalah NJOP tersebut.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Untuk pembelian hunian dengan kategori mewah, seperti apartemen, town house, rumah mewah, kondominium, selain dikenakan PPN, pembeli akan dikenakan juga PPnBM.  Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2003, atas penjualan properti-properti tersebut dikenakan tarif sebesar 20 persen.

PPnBM hanya dikenakan untuk properti yang dijual oleh developer dan properti tersebut memenuhi kriteria tertentu. PPnBM tidak dikenakan terhadap transaksi penjualan properti antar-perorangan.

Trik Agar Pindah Hunian Lancar

Nov 26, 2019   //   by Synthesis   //   News  //  Comments Off on Trik Agar Pindah Hunian Lancar

Akhir tahun bisa menjadi momen yang tepat untuk pindah ke hunian baru. Entah karena sewa di apartemen atau rumah sebelumnya sudah berakhir dan sudah memiliki hunian baru. Namun biasanya kita sudah merasa berat ketika akan pindahan, karena berpikir akan melelahkan. Solusinya, coba langkah-langkah berikut ini:

  1. Pindahan itu menyenangkan

Tanamkan dalam diri bahwa pindahan itu menyenangkan. Anda akan meninggalkan hal yang lama dan memulai hal baru yang akan lebih menyegarkan.

  1. Beri tahu pemilik unit jauh hari

Pemilik unit yang sedang Anda sewa perlu diberitahu tentang rencana kepindahan Anda sedini mungkin. Hal ini untuk memberi waktu kepada mereka memeriksa unitnya dan melakukan perbaikan jika perlu.

  1. Pilah-pilah barang sebelum pengepakan

Ini saat yang tepat untuk decluttering. Sortir barang-barang Anda, pilih yang masih dibutuhkan saja yang untuk dibawa ke tempat baru. Barang yang tidak terpakai tapi fisiknya masih bagus bisa Anda berikan ke kerabat atau disumbangkan ke lembaga sosial.

  1. Pisahkan barang sesuai kategori

Untuk mempermudah Anda, pisahkan barang-barang sesuai kategori dan masukkan ke dalam kardus, lalu beri tanda yang menarik. Bisa dengan kertas warna, pita, atau digambar sendiri sesuai kategorinya. Untuk barang pecah belah, bungkus dengan bubble wrap atau koran bekas sebelum masuk kardus agar tidak rusak atau pecah.

  1. Siapkan koper khusus

Koper khusus ini berisi barang-barang penting untuk kebutuhan Anda pada hari-hari awal di tempat baru, seperti pakaian, perlengkapan mandi, charger ponsel, dan sebagainya. Mengingat, kondisi hunian Anda pasti belum rapi.

  1. Perbarui alamat korespondensi

Karena alamat Anda sudah berubah, segera kirim pemberitahuan alamat baru ke pihak-pihak yang masih berhubungan dengan Anda, seperti teman-teman, bank, asuransi, klien, hingga rekanan bisnis.

  1. Lakukan dengan tenang

Kerjakan langkah-langkah pindahan Anda dengan tenang dan tidak terburu-buru sehingga tidak ada yang terlewatkan. Ketenangan adalah kunci dari kelancaran proses pindahan sehingga kegiatan tersebut pun lebih menyenangkan.

Siap pindah ke hunian baru Anda di Bassura City?

Pages:«1234567...45»

News Categories



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000


Whatsapp: 0812-3000-508

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050
Whatsapp: 0812-3000-508

Online Help!