Browsing articles in "News"

Konsep Smart Home, Tidak Harus Mahal

Feb 28, 2020   //   by Synthesis   //   News  //  Comments Off on Konsep Smart Home, Tidak Harus Mahal

Anda punya rencana untuk mengubah hunian kearah smart home atau rumah pintar? Hal ini sangat mudah, hanya dengan menggunakan 3 Gadget di smartphone kita dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya.

Seperti yang dikutip dari laman Proptechnesia.com, cukup menggunakan 3 perangkat smart home di smartphone, kita akan dengan mudah mengakses secara otomatis ke berbagai perangkat elektronik di rumah ‘pintar’ Anda.

  1. SMART Wi-Fi Infrared remote controller

Produk elektronik ini merupakan alat paling mendasar untuk rumah ‘pintar’. Dengan smartphone yang difungsikan sebagai remote control, -barang elektronik di rumah jadi makin pintar. Cara setnya sangat mudah, tinggal dikoneksikan melalui aplikasi smart life, lalu alat pemancar infrared yang kita programkan melalui smartphone bisa menggantikan remote TV, AC, DVD dan elektronik lainnya.

Jika sudah dikoneksikan semua perangkat yang sudah dimasukkan tadi bisa diatur waktunya kapan menyala dan kapan mati secara otomatis dengan tab aplikasi atau perintah suara dan Google Now.  Misalnya saat kita ada diluar rumah, kita bisa menggunakan Google Assistant.

 

  1. Smart Wi-Fi Plug

Smart Wi-Fi Plug merupakan tandem dari perangkat mini yang pemakaiannya harus terhubung dengan Wi-Fi di rumah. melalui Smart Wi-Fi Plug kita bisa kreatif memanfaatkan smartphone untuk bisa mematikan charger secara otomatis setelah kira-kira baterai hand phone sudah penuh, selain itu bisa memerintahkan secara jarak jauh dan otomatis akan mati.

Cara penggunaannya harus terhubung dengan Wi-Fi rumah dan masukkan ke aplikasi di smartphone Anda, saat diluar rumah pun anda bisa menggunakan aplikasi ini melalui smartphone Anda.

  1. WI-FI LED Smart Bulb

Produk ketiga adalah fitur penting yang harus ada di dalam rumah adalah Wi-Fi LED Smart Bulb, lampu LED yang bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui smartphone. Anda dapat mengubah dari on ke off secara otomatis melalui smartphone, dengan teknologi LED membuat lampu ini sangat hemat energi 8 watt dengan 600 lumens, mempunyai color temperatur di 4000K- 6000 K dibandingkan lampu standar lainnya.

Anda bisa mengatur kecerahan warna lampunya, mode warnanya dan dimatikan otomatis selama lampu terkoneksi jaringan internet.

Sebelum 30 Tahun Punya Apartemen Sendiri, Ini Caranya?

Jan 24, 2020   //   by Synthesis   //   News  //  Comments Off on Sebelum 30 Tahun Punya Apartemen Sendiri, Ini Caranya?

Memiliki apartemen sendiri diusia muda atau sebelum menikah adalah impian sebagian kaum milenial. Namun, tingginya harga properti, apalagi di Jakarta, membuat sebagian orang berpikir impian itu dianggap sulit terwujud.

Disisi lain, sebagian orang lagi bisa mewujudkan dengan strategi yang tepat. Maka mereka bisa memiliki aparteen di usia muda bahkan sebelum usia 30 tahun. Bagaimana caranya?

  1. Tetapkan tujuan dan target

Pertama pastikan tujuan Anda. Sebuah tujuan keuangan seperti pembelian apartemen perlu perencanaan yang spesifik. Misalnya, Anda ingin memiliki apartemen seharga Rp500 juta atau dengan budget tertentu yang Anda tetapkan.

  1. Hitung kebutuhan dana

Misal, harga apartemen yang Anda incar saat ini berkisar Rp500 juta. Dengan asumsi kenaikan harga rumah 10% per tahun, maka 5 tahun lagi harga apartemen yang Anda idamkan harganya pasti lebih tinggi, bisa mencapai Rp. 800 jutaan. Alhasil, kebutuhan uang muka yang perlu Anda siapkan sebagai uang muka KPR sebesar 10%-30% dari harga. Dalam 5 tahun Anda harus bisa mengumpulkan dana uang muka sebanyak itu.

 

 

  1. Tentukan strategi pengumpulan dana

Langkah selanjutnya tentukan strategi pengumpulan dana. Agar dana yang Anda sisihkan mampu mencapai harga rumah di masa mendatang, strategi paling masuk akal adalah melalui investasi, misalnya deposito.

  1. Kelola anggaran dan berhemat

Agar bisa menyisihkan penghasilan setiap bulan demi pengumpulan uang muka, Anda perlu mengelola keuangan pribadi lebih ketat. Setiap mendapatkan penghasilan, harus disiplin menyisihkan bagian dari pendapatan untuk uang muka.

  1. Cari penghasilan tambahan

Hidup hemat sudah, namun pendapatan masih terasa mepet. Apa solusinya? Carilah penghasilan tambahan. Misalnya dengan berjualan online atau kalau Anda memiliki bakat dibidang tertentu, Anda bisa mengembangkannya sembari mencari penghasilan.

Punya Properti, Cermati Juga Pajaknya

Dec 27, 2019   //   by Synthesis   //   News  //  Comments Off on Punya Properti, Cermati Juga Pajaknya

Saat akan membeli properti baik itu rumah, apartemen, kavling, maupun ruko, kita harus memperhatikan harga, legalitas dan pajaknya.  Maka itu, kita sebagai konsumen sudah seharusnya mengerti tentang pajak properti yang berlaku di Indonesia.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB)

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, termasuk hak pengelolaan, beserta bangunan di atasnya. Besarnya tarif pajak (bea) ditetapkan sebesar 5% yang dikenakan kepada pemilik atau pembeli rumah. Nilai yang diwajibkan membayar pajak dibatasi di atas Rp 30 juta. Jenis pajak ini diatur oleh Undang-Undang No. 21 Tahun 1997 dan terhitung efektif mulai 1 Januari 1998.

 

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) adalah pajak bersifat kebendaan yang dikenakan kepada properti, baik masih berupa tanah, maupun setelah dikembangkan menjadi bangunan seperti rumah, apartemen, ruko, dan lain-lain. Besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak.

Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP, yaitu suatu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya. Hal ini telah diatur dalam Pasal 6 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 jo. PP Nomor 25 Tahun 2002.

Pajak Penghasilan (PPh)

PPh dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh pribadi atau badan dari pengalihan hak atas tanah dan bangunan yang jumlahnya lebih dari Rp 60 juta. PPh diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994. Besarnya PPh adalah 5% dari jumlah bruto nilai penghasilan atas hak atas tanah dan bangunan.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN atas properti dikenakan terhadap kegiatan penjualan bangunan baik berupa rumah, apartemen, kondominium maupun jenis-jenis lainnya. PPN terutang pada saat pembayaran uang muka maupun pada saat pelunasan pembelian.

PPN akan dikenakan kepada pembeli, dipungut oleh penjual dengan catatan penjual adalah Pengusaha Kena Pajak. Yang menjadi dasar pengenaan PPN tersebut adalah nilai transaksi sebenarnya, namun apabila nilai transaksi tersebut di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maka yang menjadi dasar pengenaannya adalah NJOP tersebut.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Untuk pembelian hunian dengan kategori mewah, seperti apartemen, town house, rumah mewah, kondominium, selain dikenakan PPN, pembeli akan dikenakan juga PPnBM.  Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2003, atas penjualan properti-properti tersebut dikenakan tarif sebesar 20 persen.

PPnBM hanya dikenakan untuk properti yang dijual oleh developer dan properti tersebut memenuhi kriteria tertentu. PPnBM tidak dikenakan terhadap transaksi penjualan properti antar-perorangan.

Pages:«1234567...44»

News Categories



Marketing Office:
Phone: +6221-859-10000


Whatsapp: 0812-3000-508

Hubungi Kami

Marketing Office:
Jl. Basuki Rahmat no. 1A
Jakarta Timur 13410
Telp: +6221-859-10000
Fax: +6221-8591-5050
Whatsapp: 0812-3000-508

Online Help!